Cari Blog Ini

Sabtu, 29 September 2012

Biografi Tokoh Idola




          Susi Susanti lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, 11 Februari 1971. Pemain bulutangkis putri terbaik yang pernah dimiliki oleh Indonesia. Ia menyukai badminton sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. Dukungan orang tuanya membuat ia mantap untuk menjadi atlet bulutangkis. Ia pun memulai karir diklub milik pamannya, PB Tunas Tasikmalaya. Setelah berlatih selama 7 tahun disana dan memenangkan kejuaraan tingkat junior, pada tahun 1985 ia pindah ke Jakarta.

          Di Jakarta, Susi tinggal di asrama dan bersekolah di sekolah untuk atlet. Jadwal latihannya sangat padat, 6 hari dalam sepekan. Senin sampai Sabtu mulai pukul 07.00 sampai 11.00 kemudian disambung lagi pukul 17.00 sampai 19.00. ada aturan tersendiri tentang jam makan, jam tidur, sampai tentang pakaian.

          Untuk menjadi juara ia memang harus selalu disiplin dan konsentrasi. Ia pun menyadari dalam meraih prestasi memang perlu perjuangan dan pengorbanan.

          Pada awal karirnya di tahun 1989, Susi sudah berhasil menjadi juara di Indonesian Open. Selain itu, berkat kegigihan dan ketekunannya, Susi berhasil turut serta menyumbangkan gelar Piala Sudirman pada tim Indonesia. Setelah itu ia mulai merajai kompetisi bulutangkis wanita dunia dengan menjuarai All England sebanyak 4 kali ( 1990,1991,1993,1994).

          Puncak karirnyabisa dibilang pada tahun 1992 pada saat ia menjadi juara tunggal putri cabang bulutangkis di Olimpiade Barcelona 1992. Susi menjadi peraih emas pertama bagi Indonesia diajang Olimpiade. Uniknya, Alan Budikusuma yang merupakan pacarnya ketika itu, turut menjadi juara tunggal putra. Media asing menjuluki mereka sebagai “ Pengantin Olimpiade”.

          Susi kembali berhasil meraih medali, kali ini medali perunggu pada Olimpiade 1996 di Atlanta,Amerika Serikat. Selain itu, ia turut serta menorehkan prestasi dengan merebut piala Uber tahun 1994 dan 1996 bersama tim Uber Indonesia. Puluhan gelar seri Grand-Prix juga berhasil ia raih sepanjang karirnya.

          Walaupun telah puluhan gelar tingkat Internasional ia raih,ada satu sikap yang tidak pernah hilang dari diri Susi Susanti. Ia selau bersikap rendah hati dan terus berusaha untuk menjadi lebih baik lagi. Baginya, kekalahan bukanlah akhir dari segalanya, namun kesempatan untuk memperbaiki kemampuan dan menghindarkan dari sifat sombong.

         Setlah menggantungkan raketnya, Susi memulai kehidupannya dari nol. Bersama ketiga anaknya, yang pertama yaitu Lourencia Averina, Albertus Edward dan yang terakhir Sebastianus Frederick. Susi akhirnya membuka toko di ITC Mega Grosir Cempaka Mas yang menjual berbagai macam pakaian asal Cina, Hongkong, Korea serta sebagian produk lokal. Selain itu Susi bersama Alan mendirikan Olimpic Badminton di Kelapa Gading sebagai gedung pusat pelatihan bulutangkis. Mereka juga membuat raket dengan merk Astec (Alan-Susi Technology) pada pertengahan tahun 2002.

          Pada bulan Mei 2004, Internasional Badminton Federation (sekarang Badminton World Federation), memberikan penghargaan Hall Of Fame kepada Susi Susanti. Susi juga mendapatkan penghargaan tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama dari pemerintah Republik Indonesia atas prestasinya mengharumkan nama bangsa di Kanca Internasional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar